Tidak Mudah
Aku merindukan sosok yang selalu membuatku optimis tanpa memaksaku untuk optimis. Aku merindukan sosok yang selalu tersenyum melihat tingkah konyolku. Aku merindukan sosok yang mau menemaniku melakukan hal-hal tidak terduga. Aku anak pendiam yang banyak surprise katanya. Aku anak pendiam yang bisa menjadi sangat pecicilan di hadapannya. Terakhir kami berkomunikasi ketika aku mendatangi pernikahan salah satu teman yang menjadi sahabat baiknya. Sekarang ia sudah bahagia. Dia sudah menemukan jalan hidupnya bersama perempuan yang ia cintai dan tentu bukan aku.
Tidak, aku tidak ingin dia kembali. Aku tau itu tidak mungkin dan tidak boleh. Aku hanya merindukan sosoknya, merindukan momen yang pernah kulalui bersamanya. Berjalan kaki menyusuri Braga dan Asia Afrika di Bandung, berkeliling stadion naik motor untuk menikmati lampu-lampu, atau sekedar bertemu untuk bercerita tentang bagaimana hari yang kami lalui.
Aku memang bisa mengulang semua itu bersama orang lain, tapi tentu rasanya tak akan sama seperti ketika aku melalui itu bersamanya. Bersama dia, aku bisa menjadi diriku yang aneh, yang bisa tiba-tiba senang kemudian kesal. Aku yang suka melamun kemudian tersenyum sendiri.
Rasa ini selalu sama. Rasa rindu yang tidak pernah hilang sejak 4 tahun lalu. Sejak ia tiba-tiba menghilang, menjauhiku dan tidak lama kemudian tiba-tiba datang membawa kabar bahwa ia akan segera menikah. Rasa sesak karena hal itu juga masih sama. Tidak berkurang sedikitpun. Waktu selama 4 tahun ini tidak menyembuhkan apa-apa. Selama waktu ini ternyata hanya memaksaku untuk menekan rasa itu dan menguburnya ke sudut hati paling dalam. Tidak menyembuhkan tapi justru membuat rasa itu tertancap semakin dalam.
Aku merasa bahwa rasa ini belum selesai, tapi bagaimana juga cara menyelesaikannya? Bertemu dengan sosoknya langsung dan mengakhirinya? Tapi apa yang perlu di akhiri sedangkan tidak jelas kapan kami memulainya dan apa yang kami mulai?
Sudah banyak sekali tulisan yang ku buat tentang rasa ini, tentang dia yang kusimpan rapi sendiri. Tapi tidak sedikitpun hal itu mengurangi rasa sakit. Tidak sedikitpun.
Kamu mungkin akan bilang kalau aku harus mengikhlaskannya, aku harus melepaskan perasaan ini dan membiarkan diriku terbebas dari rasa terkukung yang ku buat sendiri. Percayalah aku pernah mencoba melakukannya, bahkan masih mencoba sampai sekarang. Tapi jelas itu tidak mudah.
Komentar
Posting Komentar