Mengenang
Mengenang apa yang masih mampu aku kenang tanpa mata yang
menggenang.
Apa kamu tau seberapa sulitnya bagiku melakukan itu?
bayangmu selalu hadir setiap hari. Setiap sudut jalan ini mengingatkanku akan
dirimu.
Kamu tau? Tak pernah sekalipun aku melihat lampu-lampu tanpa
mengenangmu meski hanya sedetik.
Masih terbayang jelas bagaimana ekspresi wajahmu saat itu.
wajah yang berbinar bercampur bingung. Kamu bingung betapa aku sangat menyukai
lampu-lampu, tapi kamu tetap menemaniku menikmati lampu-lampu itu tanpa
sedikitpun melayangkan protes.
Hanya kamu yang bersedia melakukan itu tanpa mengeluh. Kamu
tau kamu hanya harus mengikuti keinginanku saat aku memintanya tanpa perlu
bertanya kenapa.
Terkadang aku merindukan sosok itu. sosok yang hanya akan
menemaniku tanpa bertanya kenapa. Bersedia menghadapi diam seribu bahasa
milikku. Membiarkanku tenggelam dalam pikiranku sendiri.
Kamu tau? Ternyata hanya kamu juga yang mengatakan bahwa aku
bisa mengeluhkan apapun yang aku alami sepanjang hari padamu. Kamu tak pernah
protes, malah seringkali kamu merespon semua itu dengan berbagai ekspresi yang
tidak terduga.
Wah, seharusnya kamu ada disini sekarang. Mendengar seluruh
cerita yang sudah kusiapkan untukmu. Melihat segala tingkah diluar nalarku yang
selalu berhasil membuatmu tercengang. Serta menghapus airmata yang mengalir
dari mata cokelatku.
Kamu bilang kamu selalu rindu senyum dan tatap mataku.
Lantas kenapa kamu tak pernah hadir? Untuk mengobati rindumu itu. kamu pasti
bohong tentang rindu itu.
Seharusnya kamu ada disini sekarang. Karena aku
merindukanmu.
Komentar
Posting Komentar